Kamis, 16 Juli 2015

Penghujung Bulan Ramadhan

 


Seluruh masjid maupun langgar mengumandangkan takbir malam ini. 

Takbir akan kebesaran Allah.

Bahkan, rumah-rumah warga sekalipun. Memutar suara takbir di dvd/vcd player mereka. Ataupun program tv yang mengumandangkan takbir.

Indah? Sangat indah.

Tentram? Ya. Memang.

Damai? Apalagi.

Sejuk? Sangat, sangat menyejukkan.

Gembira? ... .

Sulit untuk dijawab. Bahagia, gembira kah kita disaat takbir berkumandang malam ini ?

Sedangkan orang-orang yang telah mendahului kita kembali ke hadapan-Nya, bersedih malam ini mendengar suara takbir.
Sedih?? Mengapa?
Ya. Mereka sedih karena tidak dapat berkumpul merayakan Hari Kemenangan dengan keluarga lagi. Mereka sedih karena tidak dapat menikmati hangatnya keluarga yang sedang berkumpul di hari raya. Bersilaturahim dengan keluarga maupun teman-teman. Namun, dibandingkan hal itu, yang membuat mereka sangat sedih adalah . . .

Kita semua akan berpisah dengan Bulan Ramadhan tahun ini...... .

Malaikat pun menangis. Menangisi bahwa Bulan Ramadhan harus berlalu begitu cepat. 

Bagaimana tidak? Bulan ramadhan, bulan penuh rahmat dan ampunan ini, harus berpisah dengan kita malam ini.

Sedih bila memikirkan “Apakah kita akan bertemu kembali dengan Bulan Ramadhan di tahun berikutnya?” . . .
Perasaan bahwa, Ramadhan tahun ini tidak kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Terlebih, kita malah berbuat maksiat di bulan suci tahun ini.

Terkadang, aku terharu.
Mengapa tuhan masih mengabulkan doaku.
Padahal lebih banyak dosa daripada kebaikan dari seorang aku ini.

Memang benar.
Allah itu Maha Penyayang.
Di saat kita merasa kurang memperbanyak ibadah dan kebaikan di bulan suci ramadhan ini, tetapi Allah tetap menyucikan diri kita.
Mungkin karena itulah semua orang bergembira menyambut idul fitri setelah berpisah dengan bulan ramadhan.
Kita akan terlahir kembali ibarat bayi yang baru lahir, yang sangat bersih, dan bebas dari dosa.
Malam ini, kita mulai memikirkannya.
Tinta apa yang kita pilih untuk mewarnai lembaran hidup kita setelah ini ?
Putih kah atau hitam ? .

Bukan maksud ku untuk menggurui.

Hanya saja seorang ‘aku’ membuat ini untuk menasehati diri sendiri apabila khilaf sedang menghampiri.

Setelah malam ini,
Keesokan hari saat kita terbangun dari tidur.
Ternyata ramadhan telah mengucapkan ‘selamat tinggal dan sampai jumpa’ dalam mimpi indah di malam hari.
Pergi sudah malam seribu bulan.
Kini. 1 syawal.
Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah.
Hari bersuka cita, berkumpul bersama keluarga. Hari bermaaf-maafan kembali dan silaturahmi.



Ramadhan :) ? Malam ini, biarkan aku berbincang denganmu bulan.

Tak terasa, malam ini adalah dipenghujung bulan mu.
Mulai besok, kau akan benar-benar berpisah dengan kami...

Aku tahu kau akan kembali menemui kami di tahun berikutnya.

Tapi, yang tak kuketahui adalah

Akankah masih bisa ku berjumpa dengan mu di tahun berikutnya ? ... .

Jika tuhan masih mengizinkan, aku akan menemui mu lagi tahun esok dan tahun-tahun berikutnya! 

Terima kasih ramadhan atas 30 hari di tahun ini.

:)

.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

KETAWAN YE!!! HENING BANGET BACANYA LOL.


Hahaha sudah-sudah :)
Mohon maaf lahir dan batin ya...
Selamat hari raya idul fitri 1436 Hijriah!!!!
It is .  .  .  .  .
KETUPAT TIME!
*nom nom*

Taqabbalallahu minna wa minkum.
Selamat merayakan  Idul Fitri 1436 H !!!!!! :)






Sabtu, 20 Juni 2015

Bagaimana rasanya sariawan?



Judul nya lucu ya  kyk ‘keyword’ search google gitu *ngakak* XD

Eh, tapi beneran loh :” aku punya temen, anggap saja namanya Komariah *-* Itu dia ‘ngakunya’ sama sekali nggak pernah sariawan dari dia masih dalam kandungan(?) Hebat ya! Iri deh dengarnya. Pas banget waktu itu dia berlagak pas kitanya kena sariawan duhh -_- nih anak pengen ditelan mentah-mentah ya. Jadi gini.... biar aku jelasin kenapa aku buat post-an ini.


Latar Belakang

Sebulan yang lalu, aku kena sariawan!!!! OH TIDAK. INI SANGAT PARAH. Kenapa parah??????? Karena........... SI SARIAWAN NGINEP DAN NETEP DI LIDAH :””””” *nangis buaya(?)* *buaya nangis(?)* *ah apalah :’)* Tuh rasanya super deh. Ngilu. Perih. Pedih. Bisa dikatakan sakit. Sakit. Sakit. Sakit. Sakit aja. Sakit biasa. Sakit bener. Sakit bener-an. Ekstra sakit. PERIHHHH. Campur aduk deh :”) ya elah.


I hope that, it’s the FIRST and the LAST, I had sariawan di lidah. Jadi yang belum pernah merasakannya bersyukurlah kalian :”) jagalah baik-baik mulut dan lidah kalian. Jagalah mulut kalian di bulan ramadhan yang penuh suka cita ini, jagalah sikap, perbaiki hati, perbanyak dzikir... (lah kok ?) Hehehe :* MAKLUM LAGI PUASA.


Terhitung satu minggu, itu sariawan baru semtot -_- alias SEMBUH TOTAL. Awalnya sih, nggak ngira ya bakal gitu jadinya si sariawan :”. Awalnya dia hanyalah kecil di lidah, biasanya kalo udah dikasih albothyl sariawan pasti hilang! Hehehe sekalian iklan deh :p. Eh nggak taunya makin parah HUAAAA NGGK SUKAK. Menurut aku, sariawan itu salah satu penyakit yang ganggu banget -___- apalagi bagi anak sekolah. Mau ngomong ke guru susah, karena pedih amat seriusan deh nggak bohong kok :’) nggak mau sombong kok :’). Giliran guru ngasih pertanyaan yang kalo dijawab bisa dapet nilai lebih, eh! kitanya lagi sariawan. Kan saos terasi banget :”) sedih gue ngungkit-ngungkit kisah ini. Bicara sama temen? malah diledekin karena ngomong jadi cadel *tear* dan juga dibilang ‘merajuk’ kalo kita nggak jawab pertanyaannya :’). HEI YOU! INI TUH PERIH TAUK :” AKU TUH NGGAK BISA DIGINIIN.


Kurasa, sariawan ini sangatlah mengganggu -__- aku akhirnya pergi ke Dokter. Kalian pasti berkata lebay kan:)))) tapi terserah deh, ini sangat menggangu, dan ini langkah yang tepat diambil untuk menyegerakan si sariawan ilang. Disuntik. Dikasih antibiotik. Dikasih obat penghilang nyeri. Dikasih resep dokter. Disuruh nyari di apotek. Tapi nggak nemu. Katanya obatnya langka. Hoaaaa :o. Oke cukup -___-


Selama seminggu itu :))) aku, jarang, banget, makan, karena, ngunyah, itu, hal, yang, sakit, banget. Keseharian kayaknya cuma makan roti. Pernah suatu hari, aku ngiler sama orang yang makan nasi bungkus. Tuh nasi........BEH aromanya. Tapi kalo misalnya dikasih, tetap aja gue tolak :”) lihat cabe semerah itu dinasi, udah buat ciut sariawan *eh.


LET ME TELL YOU OKEY!


SARIAWAN ITU!............. LEBIH SAKIT DARIPADA SAKIT HATI TAUK :” 11 : 12 PEDIH NYA DENGAN ORANG YANG SAKIT GIGI *haru*


JADI NGGAK NAFSU MAKAN. PADAHAL PERUT MINTA DIISI MAKAN.


PADAHAL PAS NGGAK ADA SARIAWAN, JARANG BANGET MAU MAKAN :”). PAS ADA? BUNYI TERUS INI PERUT. YA BEGITULAH HANA :’--)
Tapi perut, kamu harus mengerti ya Nak :” mengunyah itu sangat pedih T_T. Kata orang kan kalo sakit jangan dimanjain. Nah jadi tiap sore aku pastiin harus makan nasi! walaupun lauknya tawar banget dah :” nggak pakek sambel. Tau nggk gimana? :”) ngunyah satu sendok aja berapa kali nguyah wkwkwk. Makan aja ngabisin waktu lama kalo lagi sariawan. Apalagi kena nya di lidah... :)))) Syudududu~


Kembali ke obat dokter. Ini obat kenapa nggak mempan ya! :”) Obat penghilang nyerinya udah abis. Kok masih nyeri:”). That time, im giving up on you ‘sariawan’. Tinggallah beberapa butir antibiotik yang tersisa. Tinggal doa yang dapat kupanjatkan kepada Tuhan agar diberikan kesembuhan.


Dan...... TADA!!!!

I’M GETTING BETTER.


Hikmah yang didapat

Setiap masalah dapat kita ambil hikmahnya kan :”). Semenjak kejadian itu, aku jadi sering beli buah yang mengandung vitamin C, atau sesekali membeli vitacimin, rajin menggosok gigi setelah makan ^^, makan makanan yang tidak terlalu panas / terlalu dingin. Ya.. begitulah.... Yang harus selalu kuingat adalah, tubuhku sangat lah lemah terhadap serangan sariawan hahaha :’)


Pesan kepada pembaca

Segera obati sariawan sebelum menjadi lebih parah! Atau bisa langsung ke Dokter kalo muncul tanda-tanda akan muncul sariawan hakhakhak *laugh*

Kamis, 30 April 2015

It’s just the way my eyes was! (?)



 I am in the middle of nowhere. Search for light that will guide me home. I know places we won’t be found. Just take my hand cause we’ve been fighting for it all our life. The way you take my hand and it’s just so sweet. This is how we do! Dancing through the fire, and I am a champion. And your gonna hear me roarrrrrrrr

Biarlah paragraf pertama itu menjadi soundtrack pengiring para pembaca sekalian membaca post-an ini. Biarlah ia menjadi imajinasi belaka para pujangga cinta memainkan perannya sebagai penggombal ulung yang memikat banyak hati para perempuan. Biarlah ia bersenandung mengungkapkan isi hatinya. Apabila semua kepanjangan? Biarkan sajalah, Biarkan saja paragraf tersebut menjadi memori indah yang tak kan terlupakan (episode galau maks susah move on). Biarkanlah ia menjadi penyejuk kepada hati-hati yang tengah dibuat friendzone  oleh si dia (jomblo happiness). Biarkan ia menjadi sosok seorang yang dirindukan untuk menjadi pacar dunia? Alhamdulillah ya :’ apalagi akhirat wkwkwk (eps. jones). Biarkanlah, jari jemari ini dengan eloknya mengetik jejeran kalimat. Pada akhirnya..... Biarkan sajalah! *todong piso*

*batuk kul*
Ehem ehem.
What’s on your mind when you heard ‘eyes’ ?
(eye : mata. source : google terjemahan)

Wawancara 1
What’s on your mind when you heard ‘eyes’ ?
                
Mata adalah salah satu alat indera yang berfungsi menerima rangsangan berupa cahaya. Mata termasuk ke dalam sistem indera yang tergabung dalam sistem koordinasi.
(Maka disimpulkan, yang menjawab seperti ini yaitu ‘Anak Biologi Sejati’. Bagaimana tidak? :’) tuh orang lagi ngapal untuk mid biologi mungkin. Btw-__- MID biologi hari apa ya? Jumat besok libur kan .-.? *plakk)

Wawancara 2
What’s on your mind when you heard ‘eyes’ ?

Mata... hmmm.. hmmmm... hmmmm.... [waitied for 2 minutes] itulah pokoknyo! Kau ni ngapo nanyo-nanyo? Orang belum belajar aku.   [gubrak]
(Neng :” gue bukan nanya soal ulangan kok. Cuma nanya isi otak lu aja ketika ngedengar kalimat itu)

Wawancara 3
What’s on your mind when you heard ‘eyes’ ?

Sipit?:/
.
.
.
.
(GOTCHA! That’s the truth answer i’m waiting for. pyuhhh)


        Semua orang pertama kali bertatap muka pasti melihat menggunakan mata bukan? Maka, pada saat itu jutaan neuron dari mata mengalir ke otak untuk merespon dan menyimpan memori bentuk wajah seseorang. Garis muka, tulang pipi, alis mata, maupun besar/kecillnya mata.

Mata sipit menjadi tren saat ini? Bagaimana tidak? Orang yang matanya juga sipit aja bisa ngejek temennya yang sipit haha. Terkadang.. tak adil bukan? Orang yang punya mata besar jarang diejek. Apalah daya bagi saya yang memiliki mata cenderung ke arah ‘sipit’ daripada ‘besar’ ini. [poor]

Jadi ceritanya begini. Temanku melihat foto-foto ku di galeri dan berkata “Hana kalo dilihat sekilas kayak ada keturunan Chinese” lalu ku jawab “Kenapa?”. Lalu ia menjawab kembali “Soalnya mata hana kalo senyum ilang(?)”. Dengan santaiku jawab “emang iya kok! :) Chinese pakek ‘jilbab’. Aku mah gitu orang nya~ (nyempil iklan)” [bilang aja sipit -_- kok susah sih]

        Mataku tampaknya turunan dari mata ayahku(?) Dikaitkan dengan materi matematika wajib dan fisika ? Apabila bentuk mataku di intergralkan, maka akan kembali ke bentuk mata ayahku. Ha Ha. Jika kulihat album-album foto ketika ku kecil di gudang, mataku cukup besar pada saat itu. Sampe si ibu bilang “Dulu mata hana ikut ibu ya (?), lebih besar daripada sekarang,  mirip mata ayah.” Whatever lah Bu :” im so proud about myself now!

I’m so proudly and thankful. Karena, aku terlahir dalam keadaan fisik yang sempurna.